RS ‘Terengah-engah’: Kenapa BPJS Kesehatan ‘Nunggak’ Bikin Pasien Jadi Korban?

RS 'Terengah-engah': Kenapa BPJS Kesehatan 'Nunggak' Bikin Pasien Jadi Korban?

RS ‘Terengah-engah’: Kenapa BPJS Kesehatan ‘Nunggak’ Bikin Pasien Jadi Korban?

Ketika Antrean Makin Panjang dan Pelayanan Serba ‘Nunggu’

Pernahkah kamu merasa bingung atau bahkan kesal ketika harus menunggu terlalu lama di rumah sakit, padahal kondisi badan sedang tidak fit? Saya seringkali. Rasanya ingin segera ditangani, tapi ternyata antrean panjang sudah menjadi pemandangan biasa. Nah, belakangan ini ada kabar yang bikin kita semua patut waspada. Anggota Dewan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengungkapkan fakta yang cukup mengkhawatirkan: banyak rumah sakit, terutama di daerah, mulai ‘teriak’ karena pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan tertunda.

Artinya, rumah sakit-rumah sakit tersebut, yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan kita, sedang mengalami kesulitan finansial. Kebanyakan rumah sakit daerah mengandalkan dana dari klaim BPJS untuk operasional mereka. Mulai dari membeli obat, membayar gaji tenaga medis, hingga perawatan alat-alat medis. Kalau klaimnya belum dibayar, ya tahu sendiri kan, bagaimana rasanya kalau gaji telat turun?

Bukan Sekadar Angka, Ini Dampaknya ke Kita

Jujur saja, mendengar kabar ini saya langsung berpikir, ini bukan cuma soal angka di laporan keuangan rumah sakit. Ini langsung mengena ke kita sebagai pasien. Kalau rumah sakit kekurangan dana, apa yang akan terjadi? Kemungkinan besar, kualitas pelayanan akan terpengaruh. Mungkin saja, stok obat-obatan esensial jadi menipis. Pelayanan yang seharusnya cepat bisa jadi makin lambat karena keterbatasan tenaga medis yang mungkin belum gajian. Atau bahkan, ada beberapa prosedur medis yang terpaksa ditunda.

Saya ingat betul pengalaman teman saya di salah satu kota kecil. Dia harus menjalani operasi caesar darurat. Namun, karena ada masalah administrasi klaim BPJS (meski bukan karena telat bayar seperti isu sekarang, tapi prinsipnya sama), rumah sakit sempat meminta DP yang jumlahnya lumayan besar. Untungnya, keluarga teman saya punya tabungan darurat. Tapi bagaimana dengan mereka yang benar-benar pas-pasan? Situasi seperti ini bisa sangat mencekam, lho.

Bisa dibayangkan, mereka yang sakit dan punya BPJS, yang seharusnya merasa tenang karena biaya pengobatan ditanggung, malah bisa jadi terbentur masalah lain gara-gara rumah sakit ‘ngos-ngosan’. Padahal niat awal program BPJS adalah untuk meringankan beban masyarakat.

Kenapa BPJS Kerap ‘Nunggak’?

Pemerintah memang sudah berupaya keras memastikan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini berjalan. Tapi, saya lihat, persoalan pembayaran klaim ini seperti sudah jadi langganan. Apa sih akar masalahnya?

Ada banyak faktor yang bisa jadi penyebab. Pertama, tentu saja dari sisi pendanaan. Anggaran kesehatan, seberapa besar pun, terkadang memang belum mencukupi jika dibandingkan dengan jumlah peserta yang begitu masif. Kedua, ada isu efisiensi dan tata kelola internal di BPJS Kesehatan sendiri. Bagaimana proses verifikasi klaim dilakukan, apakah sudah optimal atau masih banyak birokrasi yang memperlambat?

Ketiga, seringkali kita lupa bahwa besaran iuran BPJS itu dihitung secara aktuaria, yang harusnya seimbang antara pemasukan dan pengeluaran. Tapi karena ada beberapa kelompok masyarakat yang iurannya disubsidi pemerintah, selisihnya harus ditutup. Jika ada defisit, ya ujung-ujungnya sistem pembayaran klaim ke RS bisa terganggu. Saya yakin, teman-teman di BPJS juga pusing memikirkan bagaimana agar semuanya berjalan lancar tanpa ada yang dirugikan.

Lalu, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Sebagai masyarakat awam, kita memang tidak bisa langsung turun tangan memperbaiki sistem. Tapi, kita bisa bersikap lebih bijak. Pertama, mari kita pastikan diri kita terdaftar di BPJS dan iuran kita selalu dibayarkan tepat waktu, kalau memang tidak termasuk penerima bantuan iuran (PBI). Ini bentuk kontribusi kita agar sistem tetap berjalan.

Kedua, kita perlu terus mengawasi dan memberikan masukan yang konstruktif. Suara kita sebagai masyarakat penting. Ketika melihat ada pelayanan yang kurang baik atau ada isu seperti ini, melaporkannya ke pihak berwenang atau menyuarakan keprihatinan kita melalui kanal yang tepat sangatlah perlu.

Bagaimana menurutmu? Pernahkah kamu merasakan dampak langsung dari masalah klaim BPJS ini di rumah sakit tempatmu berobat? Mari berbagi pengalaman di kolom komentar!

Baca juga:

editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *