Siapa yang Peduli Sama Sisir Kotor?
Jujur saja, berapa kali dalam seminggu kamu membersihkan sisir rambutmu? Kalau saya ditanya, mungkin jawabannya tidak sesering yang seharusnya. Kita seringkali lebih fokus pada keramas yang bersih, pakai sampo mahal, atau serum vitamin rambut terbaru. Padahal, ada satu objek yang bersentuhan langsung dengan rambut kita setiap hari, bahkan beberapa kali sehari, yang sering terabaikan: sisir!
Pernah lihat ada gumpalan rambut yang menempel di sisirmu setelah dipakai? Atau mungkin ada sedikit debu yang terlihat? Nah, itu baru permulaan. Kalau dibiarkan menumpuk, apa yang ada di sisir itu bukan cuma rambut rontok dan debu, lho. Ada cerita lain yang lebih mengerikan di baliknya.
Bukan Sekadar Debu, Tapi Sarang Kuman?
Bayangkan saja, sisir yang kita pakai setiap hari itu bersentuhan dengan kulit kepala kita. Kulit kepala kita, meskipun terlihat bersih, sebenarnya punya kelenjar minyak (sebum), keringat, sel kulit mati yang terkelupas, sisa produk perawatan rambut (seperti hairspray, gel, atau wax), dan tentu saja, kotoran dari lingkungan. Semua itu bisa menempel di sela-sela gigi sisir.
Kalau sisir ini jarang dibersihkan, tumpukan itu jadi lahan subur buat bakteri dan jamur. Pernah nggak sih kamu merasa kulit kepala gatal tak karuan setelah menggunakan sisir yang agak kotor? Itu salah satu tandanya. Bakteri seperti Staphylococcus atau jamur seperti Malassezia, yang sebenarnya ada di kulit kita, bisa jadi berkembang biak tak terkendali di sisir dan kemudian berpindah lagi ke kulit kepala. Akibatnya? Bisa macam-macam, mulai dari ketombe yang membandel, kulit kepala meradang, bahkan infeksi yang lebih serius.
Rambut Lepek dan Bau Tak Sedap? Coba Cek Sisirmu!
Menurut pengalaman saya pribadi, pernah suatu ketika rambut saya terasa lebih cepat lepek dari biasanya, padahal cara keramas dan produk yang dipakai sama saja. Awalnya bingung, dikira salah sampo. Setelah diulik-ulik lebih dalam, ternyata sisir saya sudah penuh dengan residu produk dan minyak. Setiap kali saya menyisir, minyak dan residu itu justru malah menyebar ke batang rambut, bikin rambut terlihat kusam dan lepek.
Belum lagi soal bau. Tumpukan minyak, keringat, dan kotoran di sisir yang lembab bisa menimbulkan bau apek yang tidak sedap. Kalau disisirkan ke rambut yang baru dikeramas, wah, rasanya sia-sia sekali kebersihan yang sudah kita dapatkan dari sampo. Rambut yang seharusnya segar jadi malah membawa aroma kurang sedap.
Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati
Membersihkan sisir itu sebenarnya gampang banget. Cukup luangkan waktu sebentar saja seminggu sekali. Caranya: singkirkan dulu rambut-rambut yang menempel, lalu rendam sisir dalam air hangat yang dicampur sedikit sampo atau sabun cair. Sikat pelan-pelan sela-sela gigi sisir menggunakan sikat gigi bekas atau cotton bud. Bilas sampai bersih dan keringkan dengan lap bersih sebelum digunakan lagi.
Kalau sisirnya terbuat dari bahan yang tidak tahan air, cukup bersihkan dengan kain lembab dan alkohol. Yang terpenting adalah konsistensi. Anggap saja membersihkan sisir ini seperti merawat alat makan kita, supaya higienis dan tidak mengganggu kesehatan.
Jadi, Kapan Terakhir Kamu Membersihkan Sisirmu?
Nah, setelah tahu betapa pentingnya kebersihan sisir, apakah kamu masih akan mengabaikannya? Saya sih sekarang jadi lebih rajin membersihkannya. Coba deh mulai dari sekarang, perhatikan baik-baik sisir di rumahmu. Siapa tahu, masalah rambut yang selama ini kamu keluhkan ternyata berawal dari benda kecil yang sering kita lupakan ini. Yuk, jaga kesehatan rambut dari akarnya, sampai ke alat yang menyentuhnya!
Baca juga:
Leave a Reply