Saat Nakes Harus Siap Hadapi Krisis Pangan: Bukan Cuma Soal Suntik dan Obat

Saat Nakes Harus Siap Hadapi Krisis Pangan: Bukan Cuma Soal Suntik dan Obat

Saat Nakes Harus Siap Hadapi Krisis Pangan: Bukan Cuma Soal Suntik dan Obat

Kenapa Nakes Harus Pikirin Beras?

Awalnya saya baca berita soal Wali Kota Cilegon yang ngasih arahan ke para tenaga kesehatan (nakes) di sana. Jujur, saya agak bingung. Kok urusan pandemi atau penyakit biasa aja belum kelar-kelar amat, eh sekarang disuruh mikirin krisis pangan? Apa hubungannya nakes sama sembako?

Ternyata, setelah saya coba cari tahu lebih dalam, ini bukan soal nakes disuruh jadi penjual beras atau petani dadakan. Tapi lebih ke kesiapan mental dan pengetahuan mereka dalam menghadapi dampak lanjutan dari masalah pangan yang bisa merembet ke kesehatan masyarakat. Jadi begini, kalau sampai terjadi krisis pangan, artinya kan akses masyarakat terhadap makanan bergizi jadi terbatas. Nah, ini yang jadi PR besar buat dunia kesehatan.

Dampak Krisis Pangan ke Tubuh Kita

Pernah nggak sih kalian merasa lemas, gampang marah, atau nggak fokus gara-gara telat makan? Nah, itu baru telat makan sesekali. Bayangkan kalau itu terjadi berhari-hari, berminggu-minggu. Kekurangan gizi, terutama protein dan vitamin, bisa bikin daya tahan tubuh anjlok. Anak-anak bisa stunting, orang dewasa rentan penyakit kronis kayak diabetes atau jantung, dan nggak menutup kemungkinan munculnya masalah gizi buruk yang udah lama kita kira hilang.

Soalnya, tubuh kita kan kayak mesin. Butuh bahan bakar yang cukup dan berkualitas buat jalan. Kalau bahan bakarnya kurang atau jelek, ya performanya pasti menurun. Nakes, menurut saya, punya peran krusial di sini. Mereka yang paling depan melihat masyarakat, mendeteksi dini adanya penurunan status gizi, dan memberikan edukasi yang tepat.

Baca juga:

editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *