Senyum Sehat Kakek Nenek Colomadu: Jujur, Ternyata Gigi Cerminan Tubuh Kita Semua!

Senyum Sehat Kakek Nenek Colomadu: Jujur, Ternyata Gigi Cerminan Tubuh Kita Semua!

Senyum Sehat Kakek Nenek Colomadu: Jujur, Ternyata Gigi Cerminan Tubuh Kita Semua!

Kok Bisa Gigi Mempengaruhi Penyakit Lain? Aku Awalnya Juga Skeptis!

Jujur saja, waktu pertama dengar kabar ada pemeriksaan gigi gratis buat para lansia di Colomadu, pikiran saya langsung tertuju pada, “Wah, bagus nih buat mereka.” Tapi, setelah saya renungkan lebih dalam, kaitannya ternyata lebih luas dari sekadar kesehatan mulut. Penyakit gigi, apalagi yang sudah parah, itu ternyata bisa jadi ‘pintu masuk’ buat berbagai masalah kesehatan lain yang lebih serius, lho. Mulai dari jantung, diabetes, sampai masalah pernapasan. Ngeri, kan? Dulu saya kira kalau sakit gigi ya sudah, diobati giginya selesai. Ternyata, bakteri jahat dari gigi yang nggak terawat itu bisa menyebar lewat aliran darah ke organ-organ tubuh kita.

Dari Gigi Berlubang Sampai Jantung Berdebar Tak Karuan

Bayangkan saja, gigi kita itu kan punya akar yang terhubung langsung ke jaringan gusi dan tulang rahang. Kalau ada peradangan di sana, misalnya karena gigi berlubang yang dibiarkan, atau penyakit gusi (gingivitis) yang bengkak dan berdarah, bakteri-bakteri itu punya ‘jalan tol’ untuk bermigrasi. Pernah nggak sih, pas lagi sakit gigi ngilu banget, badan jadi nggak enak, lemas, bahkan demam ringan? Nah, itu salah satu sinyal kalau ada ‘sesuatu’ yang sedang bergejolak di dalam tubuh.

Menurut beberapa penelitian yang saya baca (dan jujur saja, kadang suka saya malas baca yang terlalu teknis, tapi yang ini penting!), ada kaitan kuat antara penyakit gusi kronis dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Kok bisa? Gini analoginya: tubuh kita itu kan punya sistem pertahanan. Kalau ada infeksi di mulut, sistem imun kita aktif. Tapi, kalau infeksinya kronis, peradangan itu kan jadi ‘kebiasaan’ sistem imun kita. Nah, peradangan sistemik yang terus-menerus ini lho yang katanya bisa merusak pembuluh darah, termasuk yang ke jantung. Jadi, kalau kakek nenek di Colomadu dapat pemeriksaan gigi gratis, ini bukan cuma sekadar membersihkan karang gigi atau menambal lubang. Ini investasi kesehatan jangka panjang mereka untuk mencegah penyakit yang jauh lebih menakutkan.

Lansia Lebih Rentan, Perlu Perhatian Ekstra

Memang sih, semakin tua usia kita, semakin banyak tantangan kesehatannya. Termasuk soal kesehatan gigi. Gigi bisa jadi lebih rapuh, produksi air liur (saliva) yang berfungsi melindungi gigi bisa berkurang, belum lagi kalau ada penyakit bawaan seperti diabetes yang memang seringkali berdampak pada kesehatan gusi. Ditambah lagi, kadang lansia itu lebih sulit untuk menjaga kebersihan gigi secara mandiri, misalnya karena keterbatasan fisik atau gangguan penglihatan.

Itulah kenapa program seperti ini—pemeriksaan gigi gratis untuk lansia—penting banget. Kebetulan sekali, tetangga saya, Bu Endang, usianya sudah 70 tahunan. Dulu beliau sering mengeluh sakit saat makan, giginya goyang-goyang. Kadang susah makan, jadi badan makin kurus. Nah, setelah rutin diperiksa ke puskesmas terdekat dan diberi solusi (pakai gigi palsu sebagian), beliau sekarang jauh lebih ceria. Makan jadi lahap, senyumnya juga makin lebar. Ternyata, punya gigi yang sehat itu bisa bikin kualitas hidup orang tua jadi jauh lebih baik, nggak cuma urusan makan, tapi juga kepercayaan diri.

Jadi, Gimana Kita Bisa Ikut Jaga Kesehatan Gigi?

Program di Colomadu itu bagus sekali, tapi jangan sampai kita menunggu ada program gratisan baru peduli kesehatan gigi. Mulai dari diri sendiri, dari sekarang juga. Jangan salah, menjaga kesehatan gigi itu nggak rumit kok.

Pertama, sikat gigi minimal dua kali sehari. Pakai pasta gigi yang mengandung fluoride. Yang paling penting, jangan lupa sikat bagian lidah juga karena di sana banyak bakteri numpang!

Kedua, rajin periksa ke dokter gigi. Setidaknya, enam bulan sekali. Kalau ada apa-apa, sekecil apapun, jangan tunda. Lebih cepat ditangani, lebih baik. Saya sendiri sempat punya pengalaman, dulu giginya agak ngilu sedikit, saya cuekin. Eh, beberapa bulan kemudian bengkak parah dan harus dirawat saluran akar. Mahal dan sakitnya minta ampun!

Ketiga, perhatikan asupan makanan. Kurangi makanan manis berlebihan, terutama di malam hari sebelum tidur. Kalaupun makan yang manis, usahakan langsung sikat gigi setelahnya. Perbanyak makan buah dan sayur yang berserat juga bisa membantu membersihkan gigi secara alami.

Senyum Sehat, Hidup Lebih Berkualitas

Jadi, melihat program di Colomadu itu membuat saya pribadi jadi lebih introspeksi. Seberapa sering sih saya benar-benar merawat gigi saya? Apakah sekadar menyikat gigi sudah cukup? Ternyata oh ternyata, kesehatan gigi itu punya andil besar dalam kesehatan tubuh kita secara keseluruhan. Yuk, kita mulai lebih serius lagi merawat senyum kita demi hidup yang lebih sehat dan berkualitas, bukan cuma untuk lansia, tapi untuk kita semua.

Baca juga:

editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *